Nyinyi dan Nyunyu

oleh Suprihatin (Kelas Bunda Sayang Depok-Tangerang Selatan)

Saat adzan maghrib tiba. Ayah berangkat ke masjid. Nara sudah siap di atas tempat tidur. 

Ibu ingat kuku Nara panjang, karena insiden kena leher ayah. Ketika Nara tidur dengan posisi membelakangi Ibu, Ibu mendapat ide cerita untuk membuat Nara mau dipotong kukunya.

Ada sebuah rumah yang ada di atas pohon yang besar. Pohon itu ada di sebuah hutan yang rindang. Di dalam rumah itu tinggallah 2 monyet.

Nara langsung berbalik badan menghadap ibu. Dalam hati, yess, berhasil. Lanjut cerita.

Pagi itu, Ibu Nyinyi dan Nyunyu menyiapkan makanan kesukaan mereka. 

“Makanan siap, Nyinyi Nyunyu, ayok makan!”

Nyinyi dan Nyunyupun menuju ruang makan. Nyinyi mencuci tangan sebelum makan. Sedangkan Nyunyu langsung makan. Tak lupa keduanya mengucapkan Basmalah sebelum makan.

Mereka berdua makan dengan lahap. Ibu senang melihat makan mereka lahap. Tak sengaja ibu melihat kuku Nyunyu kotor.

Selesa makan, ibu bertanya, “Nyunyu, kukunya sudah panjang. Mau dipotong?”

Nyunyu menjawab, “Gamau gamau.” (saat mengucapkan ini ibu menirukan Nara)

Tak lama kemudian, Nyunyu memegang perut.

“Nyunyu, kamu kenapa?” tanya Nyinyi.

“Perutku sakit ibu, Nyinyi! Aduh, perut Nyunyu sakiit!” sambil menangis Nyunyu memegangi perutnya.

Ternyata Nyunyu diare, dan minum oralit.

Setelah sembuh, Nyunyu menjadi rajin membersihkan dan memotong kuku. Selain itu Nyunyu juga selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Selesai bercerita, Ibu berkata ke Nara, “Nah Nara, potong kuku yuk. Kuku bersih, ga bisa buat sembunyi kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri bisa membuat sakit perut, diare. Seperti tadi si Nyunyu yang sakit perut.

“Yuk, potong kuku yuk!” Nara langsung bangun dan meminta potong kuku.

Hari pertama berhasil. Alhamdulillah

MasyaAllah tabarakallah

#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Leave a Reply