Menjaga buku

“Ibu ibu, mau baca mau baca!” suara Nara terdengar sambil berjalan dari kamar belakang menuju kamar depan. Ibu sedang melepas penat sejenak.

Suasana menjelang maghrib memang sangat pas untuk meluruskan badan. Mendengar Nara yang berjalan mendekat, Ibu segera bangun dan duduk menunggu buku apa yang akan kami baca.

Sesaat sebelum muncul, terdengar suara,

“Buuug, sreeek!” Ibu pun reflek mendekati sumber suara.

“Yaah sobek.” ucap Nara dengan mimik wajah sedih bukunya sobek. Ternyata buku yang diambil adalah buku bacaan ayah ibu, yang berarti kertas biasa.

“Wah, sobek ya sayang. Yuk benerin dulu.” kata Ibu. Nara masih syok.

“Ayuk sayang, kita lem.”

“Yuk” setelah mencerna kalimat ibu, Nara mengikuti ibu ke kemar belakang.

Sesampai kamar belakang. Ibu mengambil solasi dan gunting. Lalu mulai melem.

“Nara bantuin Ibu di situ ya. Pegangin kertas yang satunya” karena yang sobek ada 2 lembar.

“Ya.” namun matanya melihat gunting. Menggunting merupakan permainan yang dia sukai saat ini. Tangannya pun mengambil gunting. Dan ada sedikit drama.

Tidak lama sudah bisa dikondisikan.

“Nara, buku ini termasuk rejeki. Ibu bisa membaca buku ini, jadi bertambah ilmunya.”

Memastikan Nara mendengarkan.

“Jadi, kita harus menjaga buku ini dengan baik. Membawanya dengan hati-hati.”

“Ya,” sudah antusias ingin membaca buku.

Baiklah. Semoga kamu paham ya Nak.

Ini hasil reparasi buku berdua.

#day10
#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#familyproject
#financial
#bunsay4

Leave a Reply