Makna Pubertas

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pada tantangan hari ke-4 Level 11 kelas Bunda Sayang, saya membaca dua sub judul dari buku Merawat Fitrah Anak Perempuan. Sub-judul yang pertama adalah Memaknai pubertas dalam tiga kaca mata berbeda, kedua adalah Memaknai Pubertas dengan benar.

Dalam artikel dijelaskan perbedaan makna pubertas dalam kategori kepopuleran, ilmu psikologi dan dalam pendidikan Islam. Salah satu makna pubertas yang populer di masyarakat yaitu menurut definisi Granville Stanley Hall. Menurutnya, pubertas adalah fase yang dipenuhi badai, ketegangan, dan kekerasan. Jika dialihbahasakan adalam masa rawan mengalami krisis diri. Pengertian pertama inilah yang sepertinya banyak dipahami oleh masyarakat, termasuk Indonesia.

Makna kedua, yaitu dalam kacamata piskologis, pubertas diartikan sebagai fase perpindahan dari kanak-kanak menuju dewasa. Menurut Margaret Mead, pubertas adalah masa pertumbuhan biasa. Selama perkembangan ini berjalan dengan caranya yang alami, remaja tidak akan mengalami krisis diri.

Kacamata ketiga, pubertas dalam pendidikan Islam. Majid Arsan kailany dalam Falsafah Tarbiyah Islamiyah menjelaskan bahwa pubertas bukanlah fenomena yang selalu ada dalam kehidupan.

Abdurrahman Al-‘Aisawy menuturkan,

Penelitian membuktikan bahwa masa pubertas secara kodrat tidak selalu membawa kerusakan dan tekanan. Dalam beberapa penelitian lapangan, jumlah remaja yang labil ternyata tidak lebih dari 20%. Di antara remaja yang labil tersebut, mayoritas berasal dari keluarga yang tidak bahagia.

Artikel dalam buku ini cukup jelas memaparkan perbedaan pendapat itu. Namun agak kurang nyaman dibaca karena terjemahan dari bahasa asing. Setelah membaca artikel itu saya seperti, ada oh momen. Ketika menyadari fakta ini, dan semakin paham bahwa pendidikan keluarga benar-benar berpengaruh dalam pertumbuhan seorang anak menjadi dewasa. Atau dalam Islam ada masa sebelum dewasa yaitu masa tamyiz. Ketidakpopuleran makna pubertas dalam islam menyebabkan pengetahuan yang sangat minim bagi orang tua. Pubertas lebih dimengerti sebagai proses dalam hal lahiriyah saja.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang

Sumber:
Syantut, Khalid Ahmad. 2019. Merawat fitrah Anak Perempuan. Jakarta: Maskana Media (Kelompok Pustaka RMA)

Leave a Reply